Mengapa darah tali pusat begitu penting?
Darah tali pusat sangat kaya akan sel punca, yaitu sel yang belum matang, sel yang dapat berubah menjadi sel-sel lain, seperti sel darah merah, sel darah putih, sel jantung, sel otot, dsb. Darah tali pusat dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit dan kelainan genetis seperti thalasemia, leukemia, hemofilia, dan juga dapat digunakan dalam terapi regeneratif yang marak belakangan ini untuk penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus, dll.
Mengapa sel punca darah sangat berguna dan berharga?
Sel punca darah, seringkali ditemukan di dalam sumsum tulang dan sirkulasi darah tepi, adalah pabrik dari seluruh darah di tubuh kita. Sel-sel ini sangat penting bagi transplantasi sel punca. Transplantasi sel punca ini adalah opsi pengobatan yang sangat penting bagi berbagai macam kelainan darah dan kanker. Tanpa sel punca darah, pasien-pasien ini tidak memiliki opsi untuk melakukan transplantasi, dan kemungkinan tidak memiliki kesempatan untuk sembuh. Oleh karena itulah banyak bank sel punca bermunculan di seluruh dunia untuk menyediakan donor sel punca bagi yang memerlukan. Bank sel punca ini ada dalam bentuk “bone marrow registries” dan bank darah tali pusat.
Mengapa sel punca darah sangat berguna dan berharga?
Sel punca darah, seringkali ditemukan di dalam sumsum tulang dan sirkulasi darah tepi, adalah pabrik dari seluruh darah di tubuh kita. Sel-sel ini sangat penting bagi transplantasi sel punca. Transplantasi sel punca ini adalah opsi pengobatan yang sangat penting bagi berbagai macam kelainan darah dan kanker. Tanpa sel punca darah, pasien-pasien ini tidak memiliki opsi untuk melakukan transplantasi, dan kemungkinan tidak memiliki kesempatan untuk sembuh. Oleh karena itulah banyak bank sel punca bermunculan di seluruh dunia untuk menyediakan donor sel punca bagi yang memerlukan. Bank sel punca ini ada dalam bentuk “bone marrow registries” dan bank darah tali pusat.
Apa saja penyakit yang bisa disembuhkan dengan transplantasi sel punca?
Saat ini, lebih dari 80 penyakit dapat disembuhkan dengan transplantasi sel punca. Penelitian masih terus dilakukan untuk menggunakan sel punca bagi pengobatan dalam perbaikan di tingkat sel.
Saat ini, lebih dari 80 penyakit dapat disembuhkan dengan transplantasi sel punca. Penelitian masih terus dilakukan untuk menggunakan sel punca bagi pengobatan dalam perbaikan di tingkat sel.
Apa kelebihan menggunakan sel punca dari darah tali pusat bila dibandingkan dengan memakai sumsum tulang?
Prosedur pengambilan Tanpa Sakit dan Tanpa Resiko
Sel punca dari darah tali pusat lebih mudah untuk diambil. Proses pengambilannya sendiri tidak memiliki resiko baik untuk bayi maupun ibu. Pengambilan sel punca dari sumsum tulang memerlukan prosedur anestesi umum, yang tentu saja memiliki resiko. Pengambilan dari sumsum tulang juga melibatkan rasa sakit, bila dibandingkan dengan pengambilan dari darah tali pusat.
Selalu tersedia
Sel punca darah tali pusat yang disimpan dapat digunakan kapan saja. Hal ini tentu sangat menguntungkan, karena kita tidak perlu membuang waktu yang berharga hanya untuk mencari donor sel punca yang mungkin cocok dengan pasien. Dalam beberapa kondisi tertentu, (cth: Anemia Aplastik), pasien tidak memiliki banyak waktu, dan dengan memiliki cadangan yang selalu tersedia, dapat meminimalisasi tingkat keparahan penyakit.
Keuntungan dari Sel Punca Darah Tali Pusat
Darah tali pusat lebih jarang terkontaminasi oleh virus dan bakteri. Beberapa studi menunjukkan bahwa darah tali pusat memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menghasilkan sel darah baru ketimbang sel punca dari sumsum tulang. Bila dihitung, jumlah sel punca dalam darah tali pusat adalah 10 kali lebih banyak daripada sumsum tulang. Fakta ini menunjukkan bahwa diperlukan darah tali pusat dalam jumlah yang lebih sedikit untuk sebuah transplantasi.
Lebih mudah untuk mencari kecocokan
Transplantasi sel punca lebih jarang menghasilkan reaksi Graft Versus Host Disease (GVHD) dan oleh karena itu, lebih tidak beresiko bagi resipient (penerima). Hal ini disebabkan sel punca darah tali pusat yang lebih belum matang dibandingkan sumsum tulang dan darah tepi, dan dapat digunakan bahkan bila hanya setengahnya saja yang cocok. Karena resiko GVHD lebih rendah, transplantasi sel darah tali pusat ini dapat dicoba meskipun test HLA typingnya tidak 100% cocok. Dalam bank darah tali pusat swasta, sel punca yang disimpan hanya dimiliki oleh keluarga / individu yang bersangkutan. Dengan melihat keterangan di atas, maka sel punca ini dapat digunakan pula oleh anggota keluarga yang bersangkutan.
Apa itu HLA-matching?
Dalam suatu transplantasi pada umumnya, Human Leukocyte Antigens (HLA) antara donor dan pasien harus 100% cocok. Antigen-antigen ini berada di permukaan sel darah putih dan permukaan sel-sel lain dalam tubuh, dan merupakan yang bertanggung jawab atas terjadinya reaksi penolakan atau GVHD. 6 Komponen HLA (loki) menentukan kompatibilitas jaringan antara donor dan pasien. Walaupun kecocokan 100% adalah ideal, beberapa penelitian menunjukkan bahwa transplantasi darah tali pusat dapat berhasil walaupun hanya 4 atau 5 dari 6 loki yang cocok. Sel-sel imun yang ada di dalam darah tali pusa adalah lebih muda dan lebih tidak matang daripada sumsum tulang, dengan demikian kesempatan saudara kandung dan keluarga akan meningkat 2 kali lipat bila dibandingkan dengan sumsum tulang.
Prosedur pengambilan Tanpa Sakit dan Tanpa Resiko
Sel punca dari darah tali pusat lebih mudah untuk diambil. Proses pengambilannya sendiri tidak memiliki resiko baik untuk bayi maupun ibu. Pengambilan sel punca dari sumsum tulang memerlukan prosedur anestesi umum, yang tentu saja memiliki resiko. Pengambilan dari sumsum tulang juga melibatkan rasa sakit, bila dibandingkan dengan pengambilan dari darah tali pusat.
Selalu tersedia
Sel punca darah tali pusat yang disimpan dapat digunakan kapan saja. Hal ini tentu sangat menguntungkan, karena kita tidak perlu membuang waktu yang berharga hanya untuk mencari donor sel punca yang mungkin cocok dengan pasien. Dalam beberapa kondisi tertentu, (cth: Anemia Aplastik), pasien tidak memiliki banyak waktu, dan dengan memiliki cadangan yang selalu tersedia, dapat meminimalisasi tingkat keparahan penyakit.
Keuntungan dari Sel Punca Darah Tali Pusat
Darah tali pusat lebih jarang terkontaminasi oleh virus dan bakteri. Beberapa studi menunjukkan bahwa darah tali pusat memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menghasilkan sel darah baru ketimbang sel punca dari sumsum tulang. Bila dihitung, jumlah sel punca dalam darah tali pusat adalah 10 kali lebih banyak daripada sumsum tulang. Fakta ini menunjukkan bahwa diperlukan darah tali pusat dalam jumlah yang lebih sedikit untuk sebuah transplantasi.
Lebih mudah untuk mencari kecocokan
Transplantasi sel punca lebih jarang menghasilkan reaksi Graft Versus Host Disease (GVHD) dan oleh karena itu, lebih tidak beresiko bagi resipient (penerima). Hal ini disebabkan sel punca darah tali pusat yang lebih belum matang dibandingkan sumsum tulang dan darah tepi, dan dapat digunakan bahkan bila hanya setengahnya saja yang cocok. Karena resiko GVHD lebih rendah, transplantasi sel darah tali pusat ini dapat dicoba meskipun test HLA typingnya tidak 100% cocok. Dalam bank darah tali pusat swasta, sel punca yang disimpan hanya dimiliki oleh keluarga / individu yang bersangkutan. Dengan melihat keterangan di atas, maka sel punca ini dapat digunakan pula oleh anggota keluarga yang bersangkutan.
Apa itu HLA-matching?
Dalam suatu transplantasi pada umumnya, Human Leukocyte Antigens (HLA) antara donor dan pasien harus 100% cocok. Antigen-antigen ini berada di permukaan sel darah putih dan permukaan sel-sel lain dalam tubuh, dan merupakan yang bertanggung jawab atas terjadinya reaksi penolakan atau GVHD. 6 Komponen HLA (loki) menentukan kompatibilitas jaringan antara donor dan pasien. Walaupun kecocokan 100% adalah ideal, beberapa penelitian menunjukkan bahwa transplantasi darah tali pusat dapat berhasil walaupun hanya 4 atau 5 dari 6 loki yang cocok. Sel-sel imun yang ada di dalam darah tali pusa adalah lebih muda dan lebih tidak matang daripada sumsum tulang, dengan demikian kesempatan saudara kandung dan keluarga akan meningkat 2 kali lipat bila dibandingkan dengan sumsum tulang.
Apa itu Graft vs Host Disease (GVHD)?
GVHD adalah salah satu efek samping yang paling umum dan paling mematikan dari transplantasi sel punca. GVHD adalah penyebab kematian yang paling banyak pada transplantasi sel punca. GVHD terjadi bila sel punca yang ditransplantasikan menganggap tubuh penerima sebagai benda asing dan menolaknya. Darah tali pusat memiliki tingkat insiden GVHD yang lebih jarang karena sel punca dari donor tidak harus 100% cocok dengan penerima.
GVHD adalah salah satu efek samping yang paling umum dan paling mematikan dari transplantasi sel punca. GVHD adalah penyebab kematian yang paling banyak pada transplantasi sel punca. GVHD terjadi bila sel punca yang ditransplantasikan menganggap tubuh penerima sebagai benda asing dan menolaknya. Darah tali pusat memiliki tingkat insiden GVHD yang lebih jarang karena sel punca dari donor tidak harus 100% cocok dengan penerima.
Apa keterbatasan pada sel punca darah tali pusat dalam mengobati penyakit?
Sel punca darah tali pusat (dan sel punca pada umumnya) saat ini digunakan terutama untuk mengobati kelainan darah dan kanker. Sementara penggunaannya di masa mendatang hanya dibatasi oleh imajinasi kita.
Bagaimana masa depan transplantasi darah tali pusat?
Darah tali pusat sudah digunakan dalam ribuan transplantasi bagi anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia. Penelitian menunjukkan bahwa sel punca darah tali pusat dapat berdiferensiasi menjadi berbagai macam tipe sel tubuh. Kemampuan regenerasi sel punca telah dibawa ke garis depan dalam bidang reparasi sel. Sel punca telah disebut sebagai sumber biologis yang penting dan peneliti sedang melakukan lebih banyak lagi penelitian untuk mencari potensi sel punca darah tali pusat dalam aplikasinya untuk penyakit-penyakit seperti Alzheimer, diabetes, penyakit jantung dan liver, muscular dystrophy, Parkinson, cedera tulang punggung dan stroke.
Apakah ada isu etis berkaitan dengan transplantasi darah tali pusat?
Tidak seperti penggunaan sel punca dari embrio, tidak ada isu etis untuk darah tali pusat. Jika sel dari sumber ini tidak disimpan, maka darah tali pusat ini akan dibuang dan dengan demikian sel punca yang berharga ini akan hilang. Pengambilan dari sel unik ini hanya dapat dilakukan pada saat persalina
Sel punca darah tali pusat (dan sel punca pada umumnya) saat ini digunakan terutama untuk mengobati kelainan darah dan kanker. Sementara penggunaannya di masa mendatang hanya dibatasi oleh imajinasi kita.
Bagaimana masa depan transplantasi darah tali pusat?
Darah tali pusat sudah digunakan dalam ribuan transplantasi bagi anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia. Penelitian menunjukkan bahwa sel punca darah tali pusat dapat berdiferensiasi menjadi berbagai macam tipe sel tubuh. Kemampuan regenerasi sel punca telah dibawa ke garis depan dalam bidang reparasi sel. Sel punca telah disebut sebagai sumber biologis yang penting dan peneliti sedang melakukan lebih banyak lagi penelitian untuk mencari potensi sel punca darah tali pusat dalam aplikasinya untuk penyakit-penyakit seperti Alzheimer, diabetes, penyakit jantung dan liver, muscular dystrophy, Parkinson, cedera tulang punggung dan stroke.
Apakah ada isu etis berkaitan dengan transplantasi darah tali pusat?
Tidak seperti penggunaan sel punca dari embrio, tidak ada isu etis untuk darah tali pusat. Jika sel dari sumber ini tidak disimpan, maka darah tali pusat ini akan dibuang dan dengan demikian sel punca yang berharga ini akan hilang. Pengambilan dari sel unik ini hanya dapat dilakukan pada saat persalina
3:02 AM
admin
Posted in:
0 comments:
Posting Komentar