Mengapa Sel Punca Begitu Penting?
Pada tahun 1960, sel punca dari darah pertama kali digunakan untuk mengobati kanker. Sel Punca Darah ini didapatkan dari sumsum tulang untuk mengobati pasien yang mengidap leukemia.
Pada tahun – tahun pertama, pengobatan dengan cara ini kurang berhasil, akan tetapi seiring waktu, transplantasi / cangkok sumsum tulang menjadi pilihan untuk menyelamatkan jiwa pasien – pasien yang mengidap leukemia dan berbagai macam penyakit kelainan/keganasan darah yang lain. Karena kebutuhan akan sel punca inilah, berbagai riset dan penelitian kemudian berhasil menemukan keberadaan sel punca di dalam darah tali pusat, dan pada akhirnya digunakan dalam transplantasi darah tali pusat.
Pada tahun – tahun pertama, pengobatan dengan cara ini kurang berhasil, akan tetapi seiring waktu, transplantasi / cangkok sumsum tulang menjadi pilihan untuk menyelamatkan jiwa pasien – pasien yang mengidap leukemia dan berbagai macam penyakit kelainan/keganasan darah yang lain. Karena kebutuhan akan sel punca inilah, berbagai riset dan penelitian kemudian berhasil menemukan keberadaan sel punca di dalam darah tali pusat, dan pada akhirnya digunakan dalam transplantasi darah tali pusat.
Setelah kelahiran bayi, tali pusat dan plasenta biasanya akan dibuang. Akan tetapi, saat ini diketahui bahwa darah yang terdapat dalam tali pusat dan plasenta ini adalah sumber yang sangat kaya akan sel punca.
Seperti sumsum tulang, sel punca dari darah tali pusat dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Sel punca adalah bagaikan bahan bangunan yang menyusun berbagai sistem dalam tubuh kita. Sel-sel ini dapat berkembang menjadi sel-sel lain dalam tubuh kita.
Penelitian telah membuktikan bahwa transplantasi sel darah tali pusat ini adalah pengganti yang sangat baik sebagai transplantasi sumsum tulang.
Seperti sumsum tulang, sel punca dari darah tali pusat dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Sel punca adalah bagaikan bahan bangunan yang menyusun berbagai sistem dalam tubuh kita. Sel-sel ini dapat berkembang menjadi sel-sel lain dalam tubuh kita.
Penelitian telah membuktikan bahwa transplantasi sel darah tali pusat ini adalah pengganti yang sangat baik sebagai transplantasi sumsum tulang.
Mengapa menyimpan Darah Tali Pusat?
Sel punca dari tali pusat adalah sel yang masih sangat muda dan sehat, dan lebih memiliki kesempatan yang besar untuk memberi kecocokan bila digunakan untuk transplantasi.Semakin banyak keluarga yang telah memilih untuk menyimpan darah tali pusat bayi mereka, karena:
1. Merupakan metode yang aman, bebas dari rasa sakit, dan kontroversi untuk mendapatkan sel punca.
2. Memiliki potensi yang besar untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk kanker dan kelainan darah.
3. Lebih disukai dalam transplantasi sel punca karena kemungkinan terjadinya komplikasi lebih rendah bila dibandingkan transplantasi sumsum tulang.
4. Dapat digunakan sewaktu-waktu diperlukan, sehingga bisa menghemat waktu dalam mencari donor yang cocok bagi pasien dan dapat langsung digunakan untuk mengobati pasien.
5. Menjamin kecocokan 100% bagi bayi anda.
6. Dapat meningkatkan kemungkinan kecocokan bagi anggota keluarga si bayi.
7. Diakui sebagai metode pengobatan yang paling menjanjikan di masa depan.
2. Memiliki potensi yang besar untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk kanker dan kelainan darah.
3. Lebih disukai dalam transplantasi sel punca karena kemungkinan terjadinya komplikasi lebih rendah bila dibandingkan transplantasi sumsum tulang.
4. Dapat digunakan sewaktu-waktu diperlukan, sehingga bisa menghemat waktu dalam mencari donor yang cocok bagi pasien dan dapat langsung digunakan untuk mengobati pasien.
5. Menjamin kecocokan 100% bagi bayi anda.
6. Dapat meningkatkan kemungkinan kecocokan bagi anggota keluarga si bayi.
7. Diakui sebagai metode pengobatan yang paling menjanjikan di masa depan.
Masa Depan Sel Punca
Dengan kemampuannya untuk berkembang menjadi jaringan yang lain, sel punca memberi harapan bagi pengobatan dari berbagai macam penyakit yang umum ditemukan, namun dapat mengancam jiwa.Penelitian masih terus dilakukan dan sel punca memberi harapan yang besar untuk dapat mengobati penyakit – penyakit seperti di bawah ini:
- – Penyakit Alzheimer's
- – Diabetes
- – Penyakit Jantung
- – Penyakit Liver
- – Muscular Dystrophy
- – Penyakit Parkinson's
- – Cedera Tulang Belakang
- – Stroke
Penyakit yang saat ini dapat diatasi
Saat ini, ribuan pencangkokan sel punca darah tali pusat sudah dilakukan di seluruh dunia dalam menangani lebih dari 70 penyakit, termasuk:
Leukemia Akut
Plasma Cell Disorders
Leukemia Akut
- Acute Biphenotypic Leukemia
- Acute Lymphocytic Leukemia (ALL)
- Acute Myelogenous Leukemia (AML)
- Acute Undifferentiated Leukemia
- Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL)
- Chronic Myelogenous Leukemia (CML)
- Juvenile Chronic Myelogenous Leukemia (JCML)
- Juvenile Myelomonocytic Leukemia (JMML)
- Amyloidosis
- Chronic Myelomonocytic Leukemia (CMML)
- Refractory Anemia (RA)
- Refractory Anemia with Excess Blasts (RAEB)
- Refractory Anemia with Excess Blasts in Transformation (RAEB-T)
- Refractory Anemia with Ringed Sideroblasts (RARS)
- Aplastic Anemia (Severe)
- Congenital Cytopenia
- Dyskeratosis Congenita
- Fanconi Anemia
- Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria (PNH)
- Acute Myelofibrosis
- Agnogenic Myeloid Metaplasia (Myelofibrosis)
- Essential Thrombocythemia
- Polycythemia Vera
- Hodgkin's Disease
- Non-Hodgkin's Lymphoma
- Prolymphocytic Leukemia
- Chediak-Higashi Syndrome
- Chronic Granulomatous Disease
- Neutrophil Actin Deficiency
- Reticular Dysgenesis
- Adrenoleukodystrophy
- Gaucher's Disease
- Hunter's Syndrome (MPS-II)
- Hurler's Syndrome (MPS-IH)
- Krabbe Disease
- Maroteaux-Lamy Syndrome (MPS-VI)
- Metachromatic Leukodystrophy
- Morquio Syndrome (MPS-IV)
- Mucolipidosis II (I-cell Disease)
- Mucopolysaccharidoses (MPS)
- Niemann-Pick Disease
- Sanfilippo Syndrome (MPS-III)
- Scheie Syndrome (MPS-IS)
- Sly Syndrome, Beta-Glucuronidase Deficiency (MPS-VII)
- Wolman Disease
- Familial Erythrophagocytic Lymphohistiocytosis
- Hemophagocytosis
- Histiocytosis-X
- Langerhans' Cell Histiocytosis
- Beta Thalassemia Major
- Blackfan-Diamond Anemia
- Pure Red Cell Aplasia
- Sickle Cell Disease
- Absence of T & B Cells SCID
- Absence of T Cells, Normal B Cell SCID
- Ataxia-Telangiectasia
- Bare Lymphocyte Syndrome
- Common Variable Immunodeficiency
- DiGeorge Syndrome
- Kostmann Syndrome
- Leukocyte Adhesion Deficiency
- Omenn's Syndrome
- Severe Combined Immunodeficiency (SCID)
- SCID with Adenosine Deaminase Deficiency
- Wiskott-Aldrich Syndrome
- X-Linked Lymphoproliferative Disorder
- Cartilage-Hair Hypoplasia
- Ceroid Lipofuscinosis
- Congenital Erythropoietic Porphyria
- Glanzmann Thrombasthenia
- Lesch-Nyhan Syndrome
- Osteopetrosis
- Tay Sachs Disease
- Amegakaryocytosis / Congenital Thrombocytopenia
Plasma Cell Disorders
- Multiple Myeloma
- Plasma Cell Leukemia
- Waldenstrom's Macroglobulinemia
- Brain Tumors
- Breast Cancer
- Ewing Sarcoma
- Neuroblastoma
- Ovarian Cancer
- Renal Cell Carcinoma
- Small-Cell Lung Cancer
- Testicular Cancer
- Evan Syndrome
- Multiple Sclerosis (Experimental)
- Rheumatoid Arthritis (Experimental)
- Systemic Lupus Erythematosus (Experimental)
1:11 AM
admin
Posted in:
0 comments:
Posting Komentar